Jumat, 26 Mei 2017

Solo Travelling/Backpacking ke jogja (Part I)


Image result for wonderful indonesia yogyakarta
source : Wonderful Indonesia



Disetiap perjalanan pasti akan ada Hal Baru atau pelajaran yang bisa dipetik dengan cara yang tidak terduga, pada tanggal 8 April 2017 kemarin saya melakukan solo backpacking, atau sendirian, sebetulnya tidak bisa dibilang backpacker juga sih karena saya juga belum sepenuhnya menekan biaya, Tapi tak apalah karena saya juga memakai tas carrier :p
alasan saya ingin melakukan solo traveling tentusaja saya ingin menemukan hal baru dan yang paling utama saya ingin keluar dari zona nyaman saya, dengan solo trveling saya akan menghadapi semuanya sendirian baik itu dalam menentukan sesuatu, tujuan, pilihan saya tidak perlu bernegosiasi dengan teman dan saya bebas akan memilih apa saja yang saya mau, atau juga menghadapi ketika ada masalah sendirian, saya akan berinteraksi dengan orang asing dan sebagainya, tentu itu akan menjadi tantangan bagi saya. dan satu lagi yang menjadi refrensi saya, saya sering membca blog solo traveler yang ceritanya sangat seru dan hal hal tak terduga terjadi secara spontan.
 Yogyakarta saya pilih menjadi Kota untuk solo traveling pertama saya ini karena Jogja Adalah Kota yang terkenal Ramah masyarakat nya jadi saya tidak perlu khawatir, Tapi jaga diri tetep, selain itu tentusaja destinasi wisatanya yang Paket lengkap, mulai dari pegunungan sampai pantai, perkotaan, budaya maupun kuliner semuanya lengkap. Sebetulnya saya pernah ke jogja 2 tahun lalu ketika study tour, saya merasa belum mengunjungi Jogja, karena mungkin kalian Tau study tour sekolah itu seperti apa, apalagi hanya mengunjungi 2 tempat saja itupun dalam waktu yang singkat, jadi tentu saja saya belum puas, makannya saya menjadikan Kota ini sebagai Kota solo travelling pertama saya.




persiapan packing tas carrier saya





saya akan menghabiskan 3 Hari 2 malam di Jogja, saya menginap di hotel the munajat backpaker, letaknya sangat strategis Persis di tengah tengah malioboro jadi mau kemanapun dekat, mungkin nanti saya akan review sedikit, saya menggunakan kereta lodaya malam kelas bisnis, jadi saya ini hunting Tiket Dan membuat itinerary dari sebulan sebelumnya dan beruntung saya mendapatkan kereta bisnis dengan harga hanya 140ribu saja. ohh iya terkait itenerary atau persiapan, karena sendirian, saya memberitahukan bagi yang ingin melakukan solo traveling seperti saya wajib menyiapkan itenerary sejak jauh hari pokoknya informasi selengkap lengkap nya tentang kota yang akan dikunjunngi, destinasi yang akan kamu tuju supaya kamu tidak kebingungan apalagi sendirian, kemudian persiapan apa yang akan dibawa, bekal yang cukup dan yang paling penting identitas atau data diri. dari Bandung begitupun saat pulang nanti menggunakan kereta yang sama. Saya chek in  pukul 18:00 di stasiun Bandung Dan kereta berangkat pukul 18:55, di perjalanan penumpang yang duduk di sebelah saya ini adalah mahasiswi asal Batam yang akan berlibur di jogja, ia bercerita ia Baru saja landing tadi siang di Bandara husein, ia sengaja Pergi ke Bandung dulu karena Tiket pesawat dari Batam ke jogja cukup Mahal, kemudian ia juga ingin menggunakan kereta karena belum pernah Naik kereta, yang membuat saya cukup tercengang adalah dia bilang "di Bandung itu dingin ya, saya keluar pesawat aja dinginnya kerasa padahal itu siang, kayanya tinggal disini betah deh" saya cuma bilang "masa sih?" Padahal menurut saya sendiri Bandung itu sudah panas dengan kisaran suhu 28°-32°C , gak kebayang deh di Kota Batam segimana panas nya ya.
Kami pun berbicara tidak terlalu banyak karena tidur.
Baiklah sampailah di Jogja ini dia




perjalanan di kereta lodaya malam, ada yang disayangkan yaitu saya tidak bisa melihat pemandangan luar karena perjalanan nya malam hari jadi ya cuma tidur saja



Day 1  ( Main Destination : Candi  Borobudur, Pantai Parangtritis )

Dini Hari pukul 3:20AM kereta sampai di stasiun Jogjakarta atau yang disebut dengan stasiun tugu, sebetulnya kereta terlambat 20 menit dari yang seharusnya di jadwalkan, Tapi tak masalah bagi saya. Saya beristirahat di mushola stasiun sembari menunggu waktu sholat subuh Tiba, Baru Saja sampai sudah ada Hal yang tak terduga. ketika saya beristirahat datang ibu paruhbaya Seorang diri sambil membawa tas dan koper, lalu ibu itu duduk di sebelah saya, lalu ibu itu menyapa saya dengan ramah "darimana dek?" "Saya dari Bandung, ibu sendiri dari Mana?" "Saya dari surabaya lagi transit, mau apa di Jogja?" Lalu saya menjelaskan saya akan menjelajah Kota Jogja Seorang diri, ibu itu sedang transit di stasiun Jogja untuk melanjutkan perjalanannya ke purworejo,
Ibu itu seperti kaget, "loh ngapain sendiri? Emang gk ada temennya?" Saya pun cuma bisa bilang "iya bu hehehe" , sepertinya ibu itu ingin mengajak saya berinteraksi, lalu kami pun mengobrol lebih jauh terutama ibu tersebut karena saya orangnya tidak cukup interaktif, ibu itu menanyakan "diizinin sama orangtua dek?" "Diizinin Kok bu" "iyaa, Kamu Hati Hati apalagi sendiri" kamipun bercerita banyak tentang kehidupan, terutama pengalaman ibu tersebut dan dari anak anaknya, saya merasa seperti dekat dengan ibu tersebut, ibu itu memberikan nasihat kepada saya layaknya kepada anaknya sendiri, terutama pesan dan pelajaran yang saya dapatkan Adalah "Kamu Kalo main kemanapun dimanapun jangan tinggalkan sholat", mungkin nasihat dari ibu itu akan selalu saya ingat. Subhanallah. Tak terasa setelah sholat kami mengobrol jam sudah menunjukan pukul 6:00 pagi itu artinya saya harus berpamitan dengan ibu tersebut untuk Pergi, karena pengantaran sewa motor yang saya book sudah di depan stasiun, iya saya menyewa motor untuk Hari pertama, karena tujuan Hari pertama jauh yaitu ke Candi borobudur Dan ke Pantai parangtritis, sebetulnya ada angkutan umum Tapi saya rasa kurang fleksibel dan saya tidak akan bisa menikmati sunset di Pantai parangtritis karena angkutan umum hanya sampai jam 5 sore saja. Pengantar sudah menunggu di depan stasiun, oh iya saya menyewa motor dari WSrental Jogja, nanti saya akan review di bawah. Saya mengisi formulir Dan menyerahkan data diri sebagai jaminan, lalu saya langsung Pergi ke Candi borobudur, jarak dari stasiun tugu cukup jauh sekitar 44km karena Candi borobudur terletak di magelang, Jawa tengah, walaupun begitu perjalanan hanya sekitar 1 jam saja karena jalanan lancar. Ketika sampai di candi borobudur saya langsung eksplor saja, Tapi cuaca nya panas terik padahal Baru jam 8, berikut foto megahnya candi borobudur.








selama di candi borobudur saya meng eksplor mulai dari depan sampai ke museum museum nya, kemudian tak ketinggalan saya juga melihat relief relief yang ada di sana, sungguh tak terfikirkan bagaimana caranya orang pada zaman dahulu membuat bangunan semegah ini tanpa alat canggih seperti sekarang
kalo kamu mau kesini di sarankan membawa payung karena disini sangat panas, HTM (Harga Tiket Masuk) untuk candi borobudur adalah Rp.30,000 dan karena saya membawa motor juga biaya parkir Rp. 5rb
ketika saya di candi borobudur saya jadi ingat cerita konyol saya bersama teman saya ketika waktu itu berkunjung kesini, saya tidak akan menceritakannya :D

Borobudur adalah sebuah candi budha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Lokasi candi adalah kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang, 86 km di sebelah barat Surakarta, dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi berbentuk stupa ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Borobudur adalah candi atau kuil Buddha terbesar di dunia, sekaligus salah satu monumen Buddha terbesar di dunia. lengkapnya disini

setelah cukup lama saya mengelilingi candi borobudur ini saya merasa lelah, saya pun duduk sejenak di bawah pohon di taman sekitar candi, waktu sudah menunjukan pukul 12, setelah lelah saya hilang saya langsung pulang ke jogja dan chek in dulu, tapi sebelum chek in ke hotel, saya lunch dulu di malioboro mall sekalian ngadem karena cuaca jogja siang itu panas sekali, setelah makan siang saya lanjut chek in di the munajat backpacker hotel, tinggal jalan karena lokasi nya tepat di pinggir malioboro mall, motor untuk sementara saya parkirkan dulu di malioboro mall, setelah chek in saya yang kelelahan ini merasa ngantuk sekali, karena memang saya biasa tidur siang :D lumayan dapet 2 jam hehe.

waktu sudah menunjukan pukul 15:00 setelah ashar saya langsung siap siap untuk menuju ke pantai parangtritis, dengan menggunakan motor waktu yang ditempuh untuk sampai ke sana kurang lebih sekitar 50 menit, ini dia pemandangan pantai parangtritis.







guys, yang membuat saya sedih ternyata masih ada saja orang yang membuang sampah sembarangan, entah apa yang difikirkan orang tak bertanggung jawab yang membuang sampahnya di pantai seindah ini, ayo kita sama sama jaga lingkungan indonesia yang indah ini, cukup dimulai dari hal kecil.


harga tiket masuk pantai parangtritis hanya Rp. 10,000 saja + biaya parkir. pemandangan disana sangat indah terlebih ada tebing yang menghiasi di sebelah timur pantai parangtritis, kemudian disana juga bisa menyewa ATV atau naik delman di sekitar pantai, tapi saya tidak menaiki keduanya berhubung saya tidak menyediakan budget untuk itu haha :D
salah satu yang ditunggu tunggu oleh saya disana sudah pasti sunset nya, ,menjelang sore hingga malam, mulai muncul pedagang jagung bakar di sekitar pantai, muncul pula yang menyewakan properti seperti bentuk love untuk berfoto mesra ketika sunset.



suasana nya itu loh, menjelang sunset, suara ombak, ditemani jagung bakar yang manis, suasana ini me time saya yang paling syahdu. hehe. cukup 6000 saja kamu bisa rasakan manis gurihnya jagung bakar + pemandangan pantai yg pastinya gk ada ketika kamu makan jagung bakar di puncak haha.

rada nyesek juga sih liat pasangan berfoto mesra.

sub; festival of lights Pasar seni gabusan bantul

sunset yang indah, setelah menikmati sunset dengan rasa tak mau pulang saya terpaksa harus kembali ke jogja, setelah saya sholat magrhib di mesjid jl. parangtritis saya melanjutkan perjalanan pulang. see you again parangtritis.

ketika dijalan di daerah bantul saya melihat pemandangan lampu warna warni dan itu adalah Festival Of light pasar seni gabusan bantul, tanpa fikir panjang saya langsung belok saja kesana walaupun tempat ini tidak ada dalam itinerary saya hehe, disana saya melihat berbagai hiasan lampu, cukup menarik harga tiket masuk kesana Rp. 20.000, walau hanya lampu saja tapi sangat bagus dan warna warni, cocok untuk berfoto.


saya tidak terlalu lama disana, karena motor yang saya sewa akan di ambil di tempat yang sudah di janjikan, hari pertama ini cukup melelahkan tapi jadwal saya belum selesai, malam dihari pertama ini saya akan menghabiskan malam di utara malioboro.

 sub; utara malioboro (tugu jogja, angkringan jogja)

setelah sampai di hotel saya beristirhat sebentar karena kaki kaki saya ini sudah terasa pegal seharian berjalan, belum lagi saya masih harus jalan bolak balik ke utara malioboro, saya akan menuju ke tugu jogja kemudian makan malam di angkringan kopi joss yang sangat khas di yogyakarta, ohh iya saya akan cerita sedikit soal angkringan di jogja dan apa yang menjadi ciri khas nya, angkringan kopi joss di jogja adalah angkringan yang sederhana dengan menu nya yang khas yaitu kopi joss dan nasi kucing beserta beragam lauk tusukan, kopi joss sebenarnya adalah kopi biasa tapi yang membuat unik kopi nya dimasukan arang yang masih membara kemerahan langsung dari tungku nya, rasanya sendiri tidak terlalu beda dengan kopi biasa hanya saja ada aroma khas, katanya khasiat dari kopi joss yang dimasukan arang ini bisa menyembuhkan masuk angin, kembung, dan sakit perut. selain itu ada nasi kucing, nasi kucing juga adalah menu khas angkringan yaitu nasi biasa yang porsi nya kecil, jadi disebut nasi kucing, ada berbagai pilihan lauk yang sudah ada di dalam nasi kucing, seperti orek tempe, sambal, dll. soal harga makan di angkringan ini sangat sangat bersahabat bagi kantong, 10 ribu saja sudah kenyang.


 
kalo ke jogja wajib kesini, katanya supaya kita bisa balik lagi ke jogja, amin hehe.




malam pertama ini saya makan di angkringan tugu karena angkringan di sekitar stasiun sangat penuh, mungkin malam ketiga saja saya akan makan disana, ada beberapa agkringan yang terkenal di jogja seperti angkringan kopi joss lik man, dan angkringan KR, suasana angkringan itu sangat khas saya tidak bisa menjelaskan dengan kata kata, saya hanya menikmati suasana kala itu. di tugu pun begitu banyak orang memandangi tugu sembaari berfoto. baiklah setelah cukup kenyang dan cukup menikmati suasana utara malioboro sayapun kembali ke hotel sembari jalan santai ditambah lagi kaki saya sudah sangat pegal seharian berjalan kaki, setelah sampai depan hotel saya tidak lupa membeli minuman hangat untuk penutup hari pertama ini, yaitu wedank ronde, minuman ini seperti minuman jahe dengan ditambahkan toping toping gitu lah. semankin melengkapkan hari pertama ini












begitulah cerita solo traveling saya dihari pertama, kok cuma hari pertama saja? saya akan bagi cerita saya ini dalam beberapa blog, soalnya kalo disini semua kepanjangan karena banyak cerita yang ingin saya ceritakan hehe. ditambah lagi saya tidak memiliki banyak waktu untuk membuat blog saya ini, kalo pingin tau cerita saya selanjutnya pantengin terus blog saya ya.

terimakasih sebelumnya sudah mengunjungi dan membaca blog saya, maafkan bila blog saya ini masih kurang sempurna, masih belajar hehe,
salam backpacker!


(coming soon part II : prambanan, SKe)


Jumat, 10 Juni 2016

Pendakian Mt. Burangrang, 2050mdpl






First Hiking "Mt. Burangrang, 2050mdpl"

  Sebenernya mendaki itu adalah impian saya dari sejak lama, saya baru duduk di kelas 1 sma (aku masih anak sekolah, satu sma) jiahh dia nyanyi. Lupakan -_
   iyaa mendaki adalah impian saya sejak lama sebenernya sih saya terinspirasi sama film everest yang film nya itu berdasarkan kisah nyata, dan film 5cm yang katanya dibilang film "sampah" *ehh, katanya karena gk sesuai sama kata pendaki profesional,
  nah dari situ saya pingin banget ngedaki gunung tp sebenernya saya emang cinta alam "wwuuaaaiiisss", nahh selama kurang lebih 6bulan dari keinginan untuk naik gunung, akhirnya terwujud juga pada tanggal 14 mei 2016, saya waktu itu diajak temen ke mt burangrang memang jaraknya gk terlalu jauh dari tempat tinggal saya di kbb karena burangrang terletak di lembang, cisarua.
    awalnya sih saya sempet ragu karena selain ini pendakian pertama, saya gk kenal sama yang mau mendaki lainnya, tp setelah ada tmn cewek 1 lagi mutusin ikut juga, akhirnya tergerak lah hati ini untuk asli bener bener niat untuk mendaki, memwujudkan keinginan, karena kalo gk sekarang kapan lagi, *fikir saya, dan jadilah anggota pendakian itu 3 orang temen kls gw, pendakian ini terdiri atas 18 orang *(eeebuuseeett banyak amaatttt..) 6 cewek dan 12cowok termasuk saya, memang gk di sarankan untuk mendaki beranggotakan sebanyak gitu karena ideal nya ngedaki itu antara 5-6 orang. karena saya baru ngedaki pertamakali ya harus gimana lagi saya ikut ikut ajaπŸ˜‚ tp disitu gk cuma saya yg baru pertama ngedaki.
   setelah saya memutuskan untuk ikut pendakian burangrang pada saat itu, masalah selanjutnya adalah izin orang tua dan gk masuk sekolah, pada saat itu saya bilang mau ngedaki burangrang H-1 walaupun udah terencana sejak lama. walaupun awalnya gk ngizinin karena saya tau orang tua itu pasti khawatir, tp kan saya juga gk akan ngelakuin apa yang gue gk bisa (anak muda), ortu saya memang seperti itu jadi harus ada bukti dulu, so yang terpenting JANGAN sampe ngebantah ortu ya😊, ya awalnya saya gk diizinin tp setelah saya jelasin rencana rencana nya mungkin mereka ngerti tp masih berharap saya gk ikut hihi, tp gpp lah yang penting saya udah dapet restu orangtua yeayy tenang dah ni hati kalo begini, selanjutnya adalah masalah sekolah, karena hari sabtu itu sekolah, akhirnya izin, tapi untungnya pas izin sekolah itu gk ada guru samasekali (rezeki anak soleh)😁.
   
     Mulai berangkat untuk mendaki.

nah setelah saya mempersiapkan logistik padahal itu H-1, beruntung saya disewain barang pendakian sm ketua pendakian itu karena saya pemula jadi saya belum punya perlengkapan mendaki samasekali, buat saran pendaki pemula seperti saya mending peralatan nya sewa aja dulu, gk mahal kok, kmrn aja total per orang buat nyewa alat2 itu cuma ±40rb udah lengkap. (tergantung ya)
 nah saya beserta team mengawali perjalanan ke kaki burangrang dengan menaiki angkot sewaan, kami berangkat ke tempat tujuan sekitar jm 8 pagi. untuk yang mau kesini bisa memakai kendaraan umum angkot, rute nya baik bus bandung (damri) atau angkot yang jurusan cimahi, setelah itu turun di pertigaan alun alun cimahi, abis itu bakal nemu angkot warna kuning, dan kalo gk tau harus berenti dimana bilang aja ke supir angkot berenti di dusun bambu.
    Nah sesampainya kami di kaki gunung burangrang (dusun bambu) pukul sekitar 9 pagi, kami pun berjalan kaki selama ±15mnt, setelah itu ada masjid yang sekaligus pesantren, kami beristirahat untuk mempersiapkan pendakian seperti minum madu dan makan pisang supaya lebih kuatt hehe, selama kurang lebih 20mnt, setelah itu pukul ±10pagi kami memulai pendakian, eeiiittsss tapi disitu kami di hadang sama penjaga dari warga setempat yang nge wakwak sana sini yang intinya sih pingin uang rokok, akhirnya kami memberi uang rp.50rb, yang seharusnya gk perlu ngeluarin uang untuk ngedaki gunung itu. tp apaboleh buat lah,
      nahhh pendakian ini disambut dengan jalan landai yang menanjak sekitar 30° dan dipenuhi pepohonan. perjalanan nya sih cukup sejuk karena memang penuh dengan pepohonan, hanya saja mungkin karena baru mendaki pertamakali, saya ngerasain capek banget pas naik, ditambah membawa beban berkilo kilo, belum lama kami mendaki kami berhenti di hutan pinus padahal perjalanan sampai situ belum seperempat nya sama sekali😁, haha, tapi karena banyak yang kecapean akhirnya memutuskan untuk istirahat terlebih dahulu sembari makan siang, itu kurang lebih sekitar pukul 11, ketika beristirahat disitu, kami baru melihat pendaki lain yang mendahului kami, kelihatannya anak mahasiswa karena memakai jas atau apalah itu ada berlambang unpad, satu laki laki dan dua perempuan.
    setelah itu perjalanan di lanjut perjalanan nya masih datar dan dikelilingi semak semak dan pepohonan, teman2 saya banyak ada yang geli banget ngeliat ada banyak ulat bulu di jalan yang kami lewati tersebut, dan hal itupun jadi bahan bercandaan teman2 yang lain untuk menjaili yang takut sama ulet bulu,😁
 nah setelah kurang lebih 5menit, kami mulai menemukan jalanan yang mulai curam dan menanjak, jalurnya pun ekstrim, ternyata memang benar saja apa yang dikatakan  "jidat ketemu lutut", dan tapi disana ada banyak akar akar pohon atau ranting ranting yang bisa dijadikan pegangan saat naik, dan setelah itu juga jalanan mulai setapak dan kanan kiri adalah jurang, tapi pada saat masih awal awal jalanan curam dan cukup esktrim,  tidak selalu menanjak, jadi habis tanjakan terkadang ada dataran yang bisa dipakai untuk istirahat, yaa karena di antara anggota kami termasuk saya adalah pemula, bahkan pertamakali, jadi kami banyak berhenti, karena capek, tapi yang namanya di gunung itu beda rasanya, karena udaranya masih bersih dan banyak pepohonan, sehingga banyak oksigen, jadi si capek nya itu mudah hilang, jadi gk butuh waktu berlama lama buat istirahat, paling sekitar 1 atau 2 menit, *tapi kalo kebanyakan berenti mah sama aja yaa.. πŸ˜‘.
  yaa perjalanan di awal sih hanya begitu saja, nah kurang lebih sekitar pukul 13, kira kira sudah sampai setengah perjalanan, jalanan mulai sangat ekstrim dimana disini jalur menanjak terus menerus dan banyak rintangan nya, jadi setelah ini harus ekstra hati hati, dimana banyak bekas pohon tumbang yang melintang ke jalan, terus jalanan tanah gembur, dan licin, terkadang di tanjakan nya itu tidak ada akar pepohonan dan ada jalanan berbatu dan berlumut,
   Tapi pada saat perjalanan ekstrim tadi beban di punggung itu tidak terasa sama sekali karena fokus kita berada pada jalanan yang harus ekstra hati hati, disini kekompakan team sangat diperlukan, khususnya leader atau ketua nya, karena terkadang suka ada jalan yang 2 jalur (tapi tetep sama kok ketemu nantinya dijalan yg sama) dimana ketua atau leader harus memilih jalur yang akan dilewati yang lebih aman yang mana,
nah ternyata perasaan ragu yang saya bilang tadi di awal "ragu mau ngedaki karena gk kenal sama team nya" *begitu mungkin, ternyata salahh.. yaa salahh besar, ya memang sih kalo gk kenal kan berasa gimana gitu *(padahal udah tau orang orangya), Tapiiii.. saya salah karena yang namanya di gunung itu kekompakan team sangat di perlukan sehingga perasaan canggung itu bener2 gk ada dan akhirnya mengenal satu sama lain tapi memang itu adalah tugasnya leader untuk mengenali siapa siapa saja anggotanya.
    baiklah lanjut ke perjalanan, sekitar pukul 14 kami sudah sampai di puncak bayangan, nahh jangan salah ya ini puncak bayangan katanya orang sering mengira kalau ini itu puncaknya karena jika meneruskan perjalanan itu jalanannya menurun, tapii memang itu jalannya, dan setelah sampai puncak bayangan itu jalannya menurun cukup curam dan licin nah dari sini bakal harus ekstra konsentrasi dan hati hati, selain jalanan turun curam dan licin tadi, disini jurang sudah mulai terlihat di kanan dan kiri apalagii jalanan hanya setapak dan tanahnya gembur, nahh setelah jalanan turun tadi kemudian jalanan menanjak lagi (ini tanjakan terakhirr yeaayy) dengan kondisi jalan masih serupa dengan yang tadi, dari sini puncak gunung burangrang sudah mulai terlihat dan pemandangan luar biasa gunung ini pun sudah mulai tampak, dari sebelah timur terlihat danau situ lembang yang sangat indah dan gunung gunung lain di sekitarnya, nahh setelah kurang lebih satu jam perjalanan dari puncak bayangan tadi akhirnya kami tiba di puncak gunung burangrang 2050mdpl, ohh iyaa sebelum sampai di puncak akan melewati jalanan menanjak berbatu curam dan licin yang disebut "tanjakan setan" yaa karena tanjakannya sangat curam, kanan kiri jurang, jalanan licin, dan jalannya setapak sempit, harus ekstra ekstra.
     Seketika perjuangan rasa lelah semuanya terbayarkan setelah sampai ke puncak, walaupun ketinggian gunung ini standar namun pemandangannya luarbiasa, di arah timur bisa melihat gunung tangkuban parahu beserta situ lembang, melihat ke arah selatan ada kota kembang yang luas ke sebelah barat ada pegunungan lainnya, dan di utara terlihat kota subang, ini pendakian pertama saya yang luar biasa dan untuk pertamakalinya saya bisa ngerasain berada di atas awan, dan malamnya saya gk bisa berkata kata lagi cuma bisa menikmati terangnya rembulan ditemani bintang beserta kota yang nyala, subhanallah...
      setelah pagi kami menikmati sunrise yang sangat menawan, tapi sayangnya kami tidak menikmati sunset padahal pendakian sudah sampai target, tapi tak apa semua itu terbayarkan saat sunrise tiba, setelah itu kami menyiapkan sarapan pagi dan bergegas untuk membereskan tenda dan semua perlengkapan, setelah itu kami membaca doa terlebih dahulu dan pukul 08:00 kami turun dari gunung, ketika turun dari gunung perjalanan singkat hanya 3 jam dan ketika turun itu gk terlalu berasa capek jadi gk banyak istirahat jadi sampai dengan cepat, kami sampai di masjid itu lagi dan beristirahat dan mandi disana sembari sholat dzuhur setelah itu kami menunggu angkutan kembali untuk pulang. ini merupakan pengalaman pendakian pertama saya yang menyenangkan, so karena sekarang hobi ngedaki insyaallah mungkin saya akan ngedaki gunung gunung lainnya yang menakjubkan aminnnn
  sekian aja dari cerita saya ini mohon maaf apabila ada kesalahan kata kata ini hanya tulisan pribadi saya yang pingin saya share dan saya masih amatiran, haha, bila ingin memberi saran dan masukan silahkan komentar sobat,  terimakasihhh
    wassalamualaikum wr. wb.